Data Dari Pnpm Kecamatan Cluring

kecamatancluring
By -



Data Administratif
Secara administratif Data Kecamatan Cluring sebagai berikut :
  1. Jumlah Desa : 9 Desa
  2. Jumlah Dusun : 33 Dusun
  3. Jumlah Rukun Warga (RW) : 153 RW
  4. Jumlah Rukun Tetangga (RT) : 522 RT
  5. Jumlah LKMD/LPMD atau sebutan lain : 9 LKMD
  6. Badan Perwakilan Desa (BPD) : 9 BPD
  7. Kader Pembangunan Masyarakat (KPM)
Jumlah se-kecamatan : 9 orang
Jumlah KPM yang Aktif : 9 orang
  1. Pembina Teknis KPM tingkat Kecamatan
    Berasal dari Kantor kecamatan : 1 orang
    Berasal dari Instansi Otonomi : 0 orang
No
Nama Desa
Pusat Desa
ΣDusun
ΣRT
ΣRW
1
Sembulung Krajan
4
49
14
2
Tampo Simbar 1
3
41
18
3
Plampangrejo Krajan
3
68
22
4
Kaliploso Plosorejo
2
23
8
5
Benculuk Kebonsari
5
98
20
6
Cluring Krajan
5
80
21
7
Tamanagung Krajan
4
60
23
8
Sraten Krajan
3
58
15
9
Sarimulyo Cempokosari
4
45
12
JUMLAH
33
522
153
Batas Wilayah sebelah Utara : Kecamatan Srono
Batas Wilayah sebelah Timur : Kecamatan Muncar
Batas Wilayah sebelah Selatan : Kecamatan Purwoharjo
Batas Wilayah sebelah Barat : Kecamatan Gambiran

Data Geografis
Luas wilayah terdiri dari :
  1. Tanah Sawah 4452 ha
  2. Tanah kering berupa Pekarangan/bangunan/emplasemen 1355 ha dan Tegal/kebun 1466 ha
  3. Tanah keperluan Fasilitas Sosial berupa Masjid/Musholllah/Langgar 9 ha, Gereja 0,25 ha, Pure 0,125 ha, Sarana Pendidikan 40 ha dan Sarana Kesehatan 1,25 ha
  4. Bentuk wilayah datar sampai berombak 100%, yang merupakan daerah dataran rendah dengan berbagai potensi produk hasil pertanian dan perkebunan serta daerah aluvial sungai membujur dari arah utara ke selatan yang merupakan daerah penghasil pertanian.
  5. Ketinggian 100 – 500 meter diatas permukaan laut
  6. Batas koordinat : 7° 43’ – 8° 46’ Lintang Selatan dan 113° 53’ – 114° 38’ Bujur Timur.
  7. Daratan yang datar sebagian besar mempunyai tingkat kemiringan kurang dari 15°, dengan rata-rata curah hujan cukup memadai sehingga bisa menambah tingkat kesuburan tanah.
  8. Jumlah Penduduk Kecamatan Cluring pada tahun 2011 sebesar 70.248 jiwa dengan komposisi 34.620 jiwa penduduk laki-laki dan 35.628 jiwa penduduk perempuan.
  9. Dataran rendah yang terbentang luas dari selatan hingga utara dimana di dalamnya terdapat banyak sungai yang selalu mengalir di sepanjang tahun. Disamping potensi di bidang pertanian, Kecamatan Cluring merupakan daerah produksi tanaman perkebunan dan kehutanan, serta memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai daerah penghasil ternak yang merupakan sumber pertumbuhan baru perekonomian rakyat.
Data Kependudukan
  1. Jumlah Kepala Keluarga (KK) :  21.225 orang
  2. Penduduk Menurut Jenis Kelamin :  70.264 orang
  3. Jumlah Laki-laki : 35.015 orang
  4. Jumlah Perempuan : 35.249 orang
  5. Penduduk menurut kewarganegaraan :  70.264 orang
    WNI Laki-laki : 35.015 orang
    WNI Perempuan : 35.249 orang
  6. Penduduk menurut Agama
    Islam : 68.673 orang
    Khatolik : 256 orang
    Protestan : 624 orang
    Hindu : 660 orang
    Budha : 51 orang
  7. Penduduk menurut Usia
  • 0-6 tahun : 7.661 orang
    7-12 tahun : 5.419 orang
    13-18 tahun : 5.808 orang
    19-24 tahun : 5.647 orang
    25-55 tahun : 32.116 orang
    56-79 tahun : 13.190 orang
    80 tahun : 423 orang
  • 0-4 tahun : 5.107 orang
    5-9 tahun : 5.731 orang
    10-14 tahun : 5.885 orang
    15-19 tahun : 5.409 orang
    20-24 tahun : 4.501 orang
    25-29 tahun : 4.903 orang
    30-34 tahun : 5.094 orang
    35-39 tahun : 5.698 orang
    40 tahun ke atas : 28.316 orang
  • 0-5 tahun : 6.540 orang
    6-16 tahun : 11.535 orang
    17-25 tahun : 9.784 orang
    26-55 tahun : 28.792 orang
    56 tahun ke atas : 13.613 orang

Potensi Sumberdaya Alam

Kecamatan Cluring di dominasi oleh daratan yang memiliki potensi sumberdaya alam yang dapat memainkan peranan penting dalam pembangunan daerah. Pemanfaatan sumberdaya alam merupakan modal utama dalam melaksanakan pembangunan. Berikut sumberdaya alam Kecamatan Cluring per sektor kegiatan :
Pertanian
Padi merupakan bahan pangan andalan, Luas tanaman padi mencapai 1.179 Ha, Luas yang di panen 1.207 Ha dan Rata-rata Produksi mencapai 5,4 ton padi. Beras yang dihasilkan adalah jenis IR-64 beraroma wangi yang merupakan salah satu andalan kegiatan perdagangan di Kecamatan Cluring.
Perdagangan
Pada sektor perdagangan di Kecamatan Cluring tidak hanya mengandalkan penjualan produk pertanian saja, tetapi Produk hasil olahan industri sedang dan kecil serta kerajinan rumah tangga seperti anyaman bambu dan batik uling, batik khas Banyuwangi.
Visi Misi Pemerintah Daerah
Visi
“Terwujudnya masyarakat banyuwangi yang mandiri, sejahtera dan berakhlak mulai melalui peningkatan perekonomian dan kualitas sumberdaya manusia”

Visi Tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :
  1. Kemandirian Daerah adalah kemampuan riil atau nyata pemerintah daerah dan masyarakatnya dalam mengatur dan mengurus kepentingan daerah/rumah tangganya sendiri menurut prakarsa dan aspirasi masyarakatnya, termasuk di dalamnya upaya yang sungguh-sungguh agar secara setahap demi setahap misa mengurangi ketergantungan terhadap pihak-pihak lain (luar) tanpa kehilangan adanya kerjasama dengan daerahdaerah lain yang saling menguntungkan.
  2. Kesejahteraan Masyarakat yang Berakhlaq Mulia, ditandai oleh semakin meningkatnya kualitas kehidupan yang layak dan bermartabat, dan adanya perhatian utama pada tercukupinya kebutuhan dasar pokok manusia, seperti pangan, papan, sandang, kesehatan, pendidikan dan lapangan kerja, yang didukung oleh infrastruktur fisik, sosial budaya ekonomi yang memadai. Peningkatan kualitas kehidupan ini akan lebih difokuskan pada upaya pengentasan masyarakat miskin sehingga secara simultan dapat meningkatkankesejahteraan masyarakat secara keseluruhan, serta adanya iklim berusaha dan berkegiatan yang sehat untuk kelompok-kelompok masyarakat lainnya. Perlu ditekankan di sini bahwa kemajuan-kemajuan yang ingin kita raih, tidak hanya sekedar kemajuan di bidang fisik dan ekonomi saja, akan tetapi kita berupaya keras pula untuk dapat meraih kemajuan-kemajuan pada dimensi mental – spiritual, keagamaan, kebudayaan dan non fisik, agar kehidupan masyarakat benar-benar sejahtera lahir dan batin serta berakhlaqul mulia.
  3. Peningkatan perekonomian diarahkan untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian rakyat dengan mendorong secara sungguh-sungguh simpulsimpul ekonomi rakyat utamanya pertanian, industri, perdagangan dan jasa, lembaga keuangan dan koperasi, serta pariwisata yang  didukung oleh infrastruktur fisik dan non-fisik yang memadai.
  4. Untuk mempercepat program-program tersebut perlu ditingkatkan pelayanan publik melalui optimalisasi kinerja instansi Pemerintah Daerah  yang efektif, terpadu dan berkesinambungan.

Misi
  1. Mewujudkan pemerintahan yang efektif, bersih dan demokratis melalui penyelenggaraan pemerintahan yang profesional, aspiratif, partisipatif dan transparan.
  2. Meningkatkan kebersamaan dan kerjasama antara pemerintah, pelaku usaha dan kelompok-kelompok masyarakat untuk mempercapat peningkatan kesejahteraan masyarakat.
  3. Membangun kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat dengan mengoptimalkan sumberdaya daerah yang berpijak pada pemberdayaan masyarakat, berkelanjutan, dan aspek kelestarian lingkungan.
  4. Meningkatkan sumber-sumber pendanaan dan ketepatan alokasi investasi pembangunan melalui penciptaan iklim yang kondusif untuk pengembangan usaha dan penciptaan lapangan kerja.
  5. Mengoptimalkan ketepatan alokasi dan distribusi sumber-sumber daerah, khususnya APBD, untuk peningkatan kesejahteraan rakyat.
  6. Meningkatkan kecerdasan dan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang beriman dan bertaqwa kehadhirat Tuhan Yang Maha Kuasa.
  7. Meningkatkan kualitas pelayanan bidang kesehatan, pendidikan dan sosial dasar lainnya dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kearifan lokal
  8. Meningkatkan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana publik dengan memperhatikan kelestarian lingkungan.
  9. Mendorong terciptanya ketentraman dan ketertiban dalam kehidupan bernegara, berbangsa dan bermasyarakat melalui pembuatan peraturan daerah, penegakan peraturan dan pelaksanaan hukum yang berkeadilan.
Visi Misi Kecamatan Cluring
 Visi
“Mewujudkan Pemerintahan Yang transparan, Bersih, Akuntabel, Dan Berorientasi Pembangunan dalam Penyelenggaraan Pemerintahan, Pembangunan dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat yang Mandiri, Sejahtera”

Misi
  1. Meningkatkan Pelayanan Masyarakat
  2. Meningkatkan pemberdayaan Masyarakat
  3. Meningkatkan Kualitas Aparatur
  4. Meningkatkan Keamanan dan Ketertiban Umum
  5. Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Motto 
Melayani dengan ramah, Tepat Waktu, Tepat Data dan Tepat Orang

 PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Dalam bidang pembangunan yang mengedepankan pendekatan partisipatif, kecamatan Cluring sejak tahun 2007 telah terlibat dalam program pemberdayaan, yang pada tahun tersebut menggunakan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat – Program Pengembangan Kecamatan (PNPM-PPK) hingga tahun 2008, kemudian pada tahun 2009 menggunakan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat – Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd). Atas keberhasilan PNPM tersebut, program pemberdayaan menjadi issue utama pemerintah pusat saat ini dengan mensinergikannya ke dalam Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Integrasi.

Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Program nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan digulirkan secara nasional pada bulan Maret 2007 dan telah dilaksanakan hingga saat ini. Pelaksanaan kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan secera lengkap dapat dijelaskan sebagai berikut.
PNPM Mandiri Perdesaan tahun 2007 – 2010
Lokasi dan Jumlah Alokasi Dana
Lokasi dan Jumlah Alokasi Dana BLM Kegiatan
Tahun Anggaran
Σ
Desa
Alokasi BLM
APBN
APBD
Jumlah
2007
9
1,000.000.000
250.000.000
1.250.000.000
2008
9
800.000.000
200.000.000
1.000.000.000
2009
9
1,600.000.000
400.000.000
2.000.000.000
2010
9
1,200.000.000
300.000.000
1.500.000.000
Jumlah

4.600.000.000
1.150.000.000
5.750.000.000
Lokasi dan Jumlah Alokasi Dana Operasional Kegiatan (DOK)
Tahun Anggaran
Alokasi DOK
Pelatihan
Perencanaan
RPJM-Des
Jumlah
2007
10.665.000
39.335.000
-
50.000.000
2008
15.730.000
33.600.000
-
49.330.000
2009
15.605.000
34.800.000
-
50.405.000
2010
17.105.000
34.800.000
17.105.000
69.010.000
Jumlah
59.105.000
142.535.000
17.105.000
218.745.000
Lokasi dan Jumlah Alokasi Dana BLM Kegiatan
Nama Desa
Alokasi BLM
Nilai
Swadaya
APBN
APBD
Jumlah
Sembulung
    513.281.100
43.600.000
556.881.100
30.503.500
Tampo
     659.895.400
95.500.000
755.395.400
26.825.500
Plampangrejo
653.518.300
83.500.000
737.018.300
72.408.000
Kaliploso
386.537.900
 72.000.000
458.537.900
19.735.500
Benculuk
 605.369.100
189.700.000
795.069.100
39.133.000
Cluring
 505.770.900
235.250.000
741.020.900
36.688.000
Tamanagung
 423.774.200
106.000.000
529.774.200
25.212.500
Sraten
 363.537.300
137.200.000
500.737.300
10.340.000
Sarimulyo
 488.315.800
187.250.000
675.565.800
59.362.900
Jumlah
4.600.000.000
1.150.000.000
5.750.000.000
320.208.900

Hasil Kegiatan
laporanhasilkegiatanpnpmcluring
Dari kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2007 – 2010, jumlah pemanfaat mencapai 1.083 orang dan untuk pelaksanaan kegiatan pembangunan infrastruktur, jumlah hari orang kerja (HOK) mencapai 45.205 HOK, dengan melibatkan tenaga kerja sebanyak 2.485 orang.
PNPM Mandiri Perdesaan tahun 2011
Lokasi dan Jumlah Alokasi Dana BLM Kegiatan
Nama Desa
Alokasi BLM
Nilai
Swadaya
APBN
APBD
Jumlah
Tampo
49.364.700
21.052.600
70.417.300
3.686.500
Plampangrejo
-
16.842.100
16.842.100
-
Kaliploso
174.483.900
11.579.000
186.062.900
6.075.000
Cluring
148.256.600
-
148.256.600
5.987.500
Tamanagung
-
28.421.100
28.421.100
-
Jumlah
372.105.200
77.894.800
450.000.000
15.749.000

Hasil Kegiatan


laporankegiatanpnpmmandiricluring
Dari kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2011, jumlah pemanfaat mencapai 2.400 orang dan untuk pelaksanaan kegiatan pembangunan infrastruktur, jumlah hari orang kerja (HOK) mencapai 2.672 HOK, dengan melibatkan tenaga kerja sebanyak 200 orang.

PNPM Mandiri Perdesaan tahun 2012
Lokasi dan Jumlah Alokasi Dana BLM Kegiatan
Nama Desa
Alokasi BLM
Nilai
Swadaya
APBN
APBD
Jumlah
Sembulung
7.894.700
0
7.894.700
0
Tampo
111.323.200
0
111.323.200
9.703.000
Plampangrejo
115.443.200
40.000.000
155.443.200
10.662.500
Kaliploso
152.072.300
0
152.072.300
10.000.000
Benculuk
127.159.000
0
127.159.000
9.859.000
Tamanagung
18.947.300
0
18.947.300
0
Sraten
175.058.800
0
175.058.800
15.090.500
Sarimulyo
52.101.500
0
52.101.500
3.179.500
Jumlah
760.000.000
40.000.000
800.000.000
58.494.500

Progress Kegiatan
Hasil progres kegiatan yang telah dicapai selama 3 (tiga) bulan adalah proses perencanaan sudah mencapai 100%, sedangkan untuk proses pelaksanaan kegiatan sarana prasarana sedang dalam kegiatan pembangunan fisik, adapun progress kegiatan penyaluran danan dan pelaksanaan fisik PNPM Mandiri Perdesaan tahun 2012 di kecamatan Cluring sudah mencapai pada pencairan dana APBN 40% I dari KPPN dan pelaksanaan penyaluran dana dari Unit Pengelola Kegiatan (UPK) ke TPK desa baik kegiatan kelompok SPP maupun kegiatan Sarana prasarana dan progres kegiatan pelaksanaan sarana prasarana rata-rata mencapai 30% untuk 6 (enam) desa.
Perkembangan UPK
Perguliran
Perkembangan Kelompok
Nama Desa
S Kelompok
Awal(Berdasar SPC)
SKelompok
AktifSaat Ini
SPeningkatan
Kelompok
UEP
SPP
UEP
SPP
UEP
SPP
Sembulung
9

18

9
Tampo
5
16
5
24
0
8
Plampangrejo
0
15
2
12
2
-3
Kaliploso
9

9

0
Benculuk
19

38

19
Cluring
18

40

22
Tamanagung
19

28

9
Sraten
9

8

-1
Sarimulyo
12

19

7
Jumlah
5
126
7
196
2
70
Pengembalian Pinjaman
Nama Desa
UEP
SPP
Alokasi Pinjaman
Pengembalian
Alokasi Pinjaman
Pengembalian
%
Tunggakan
%
Tunggakan
Sembulung


925,900,000
2.2%
16,515,000
Tampo
98,249,500
3.4%
2,334,500
1,138,100,000
2.4%
21,657,,500
Plampangrejo
28,000,000
0%
-
509,000,000
2.7%
11,947,500
Kaliploso


517,950,000
0.5%
2,070,000
Benculuk


1,916,450,000
0.9%
12,610,000
Cluring


1,929,300,000
2.6%
40,584,500
Tamanagung


1,123,500,000
2.6%
24,367,000
Sraten


338,250,000
0%
-
Sarimulyo


1,126,000,000
2.2%
22,018,000
Jumlah
126,249,500

2,334,500
9,524,450,000

151,769,500
Best Practices
Judul/Tema
:
DANA SPP Vs RUMAH JAMINAN
Pencetus Ide : Nuril Millati, SP (FK)
Latar Belakang Ide : Adanya penyalahgunan Dana SPP oleh Ketua Kelompok dan dapat diselesaikan oleh Pelaku PNPM-MPd Kecamatan Cluring
Lokasi : Dusun Sempu Rt. 02 Rw.03 Desa Sarimulyo Kec. Cluring
Obyek Sasaran : Kelompok SPP Maratus Salamah
Manfaat : Dana Program bisa diselamatkan dan dapat digulirkan kembali kepada Masyarakat Miskin yang Produktif
Penjelasan Singkat : Terlampir
DANA SPP  VS  RUMAH JAMINAN

Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat  masuk di Kecamatan Cluring sejak tahun 2007 dengan nama PNPM-PPK dengan alokasi dana sebesar Rp.1.250.000.000,-, Tahun 2008 1 milyar, Tahun 2009 2 Milyar, Tahun 2010 1,5 Milyar, tahun 2011 450 Juta dan pada tahun 2012 sebesar 800 Juta.  Dana  ini disalurkan pada masyarakat dalam bentuk Kegiatan ekonomi (SPP dan UEP), kegiatan sarana prasarana, pendidikan dan kesehatan.  Dari Proses yang telah dilaksanakan khususnya untuk kegiatan ekonomi dalam bentuk dana bergulir yang dikelola oleh Unit Pengelola Kegiatan (UPK) sejak tahun 2007 sampai 2012 ini ada masalah yang dialami oleh UPK yaitu tunggakan SPP (simpan Pinjam Khusus Perempuan). Di Kecamatan Cluring tunggakan SPP ini terjadi di  8 desa penerima manfaat dari 9 desa yang ada di Kecamatan Cluring.
Khususnya di Desa Sarimulyo ada masalah tunggakan SPP yang di terjadi pada Kelompok Maratus Salamah. Kelompok ini sudah mengakses dana SPP sejak awal program yaitu tahun 2007. Nilai pinjaman yang diterima kelompok Maratus Salamah saat itu sebesar  11 Juta dengan jumlah anggota 11 Orang dan diketuai oleh Ibu Isnaini. Selanjutnya pada Tahun 2008 saat Perguliran pertama kelompok ini mengajukan proposal untuk  kelompok baru hasil binaannya yang  berjumlah 7 orang dengan nama Maratus Salamah II. pada tanggal 19 Juni  2008 UPK mencairkan dana sebesar 7 Juta dengan rincian pinjaman masing-masing anggota sbesar 1 juta. Pada Periode awal Kelompok Maratus Salamah ini merupakan kelompok yang baik bahkan mendapatkan IPTW (Insentif Pengembalian Tepat Waktu) karena tidak pernah telat membayar. Demikian juga Pada periode ke II dan Ke III. Kelompok Maratus Salamah sudah teruji lancar dalam proses pengembalian pinjaman SPP. Namun Pada Periode Ke IV tepatnya  pada saat realisasi pinjaman kelompok Maratus Salamah I (R-10)  sudah  mencapai 34 juta per Kelompok  yang dicairkan pada tanggal 07 Juni 2010, dan Kelompok  Maratus Salamah II (P-25) dengan nilai pinjaman sebesar 19 Juta per kelompok yang direalisasikan pada tanggal 17 Desember  2010, kelompok ini mulai mengalami masalah.
Awalnya ada tunggakan yang teridentifikasi pada bulan Januari 2011 yang tercatat pada Kelompok Maratus Salamah I (R-10)  dan II (P-25). Pada tahap ini proses yang dilakukan masih sebatas mengingatkan pengurus kelompok yang dalam hal ini diwakili oleh Bendahara Kelompok MA yaitu Ibu Munjilah. Selanjutnya karena ada informasi dari anggota kelopok bahwa Ketua Kelompok Maratus Salamah yaitu Ibu Isnaini sudah tidak ada di Sarimulyo dan ada indikasi tunggakan terjadi karena angsuran anggota tidak disetorkan ke UPK, maka pada bulan Maret – Juni 2011 sampai bulan  Fasilitator Kecamatan bersama UPK melakukan proses Identifikasi Kepada pengurus kelompok dan anggota kelompok Maratus Salamah. Setelah semua data terkumpul dari hasil identifikasi tersebut cukup kuatlah bukti-bukti yang mengarah pada adanya penyalahgunaan dana oleh Ketua Kelompok Maratus Salamah yaitu Ibu Isanaini. Dari seluruh proses identifikasi Tim Kecamatan yang terdiri dari BKAD, BP-UPK, UPK, PL, FK dan FT terus mencari informasi mengenai keberadaan ibu Isnaini kepada pihak keluarga, teman, maupun pemerintahan desa akan tetapi hasilnya nihil. Sehingga dari hasil identifikasi ini Tim Kecamatan tidak bias melakukan Klarifikasi langsung kepada Ibu Isnaini karena yang bersangkutan beserta suami dan anaknya sudah tidak ada di Sarimulyo.
Akhirnya karena menemui jalan buntu mengenai keberadaan Ibu Isnaini Tim Kecamatan sepakat untuk masuk pada tahapan berikutnya yaitu tahap Klarifikasi kepada pengurus kelompok yang masih ada dan kepada seluruh anggota Maratus Salamah pada tanggal 17 Oktober 2011 mulai Jam 16.00 WIB – 19.30 WIB bertempat di Rumah Ibu Munjilah selaku Bendahara Kelompok yang juga sekaligus Ibu angkat Ibu Isnaini. Dari hasil klarifikasi tersebut diperoleh kesimpulan bahwa :
  1. Berdasarkan hasil Klarifikasi dengan ibu Munjilah, diketahui bahwa Ibu Insaini sudah meninggalkan rumah sejak bulan Januari 2011, dan bersamaan dengan itu juga dana angsuran anggota untuk kelompok Maratus Salamah R-10 tidak disetorkan oleh Ibu Isnaini. Selanjutnya untuk sisa angsuran bulan Februari, Maret dan April anggota R-10 mengangsur kepada Ibu Munjilah. Untuk Kelompok Maratus Salamah P-25 angsuran bulan Januari saja yang diselewengkan oleh Ibu Isnaini, untuk angsuran bulan Februari-Oktober anggota tetap mengangsur kepada Ibu Munjilah (Jatuh Tempo bulan Oktober 2011).
  2. Ibu Munjilah selaku penangungjawab setelah ibu Isnaini menghilang, selalu menyetorkan angsuran SPP dari anggota ke UPK dengan cara menitipkan uang angsuran pada Ibu Laskarmi (Ketua Kelompok Pengajian Malam Kamis). Setelah dilakukan pengecekan antara bukti kwitansi setoran dengan kartu angsuran yang ada di UPK dan kelompok ternyata ditemukan adanya selisih dana setoran yang di titipkan pada ibu Laskarmi. Selisih dana tersebut diketahui dengan perincian sebagai berikut :
‘A.  Kelompok Maratus Salamah R-10
  1. Bulan Februari 2011 ada angsuran dari anggota sebesar Rp. 3.420.000,-                     akan tetapi Ibu Laskarmi hanya menyetorkan dana angsuran titipan Ibu Munjilah (Bendahara kelompok maratus salamah) sebesar Rp 3.280.000,-  sehingga ada selisih dana sebesar Rp. 140.000,- yang tidak disetorkanke UPK.
  2. Bulan Maret 2011 ada angsuran dari anggota sebesar Rp. 2.700.000,-, dan  Ibu Laskarmi  menyetorkan dana angsuran titipan Ibu Munjilah (Bendahara kelompok maratus salamah) sebesar Rp 2.700.000,- sehingga tidak ada selisih dana.
  3. Bulan April 2011 ada angsuran dari anggota sebesar Rp. 3.930.000,- , akan tetapi Ibu Laskarmi hanya menyetorkan dana angsuran titipan Ibu Munjilah (Bendahara kelompok maratus salamah) sebesar Rp 2.630.000,- sehingga ada selisih dana sebesar Rp. 1.300.000,- yang tidak disetorkan ke UPK.
Sehingga total selisih setoran secara keseluruhan yang disalahgunakan oleh Ibu Laskarmi untuk kelompok Maratus Salamah R-10 sebesar Rp 1.440.000,-.

B.  Kelompok Maratus Salamah P-25
  1. Bulan Februari 2011 ada angsuran dari anggota sebesar Rp. 1.500.000,- , akan tetapi Ibu Laskarmi hanya menyetorkan dana angsuran titipan Ibu Munjilah (Bendahara kelompok maratus salamah) sebesar Rp 1.320.000,- sehingga ada selisih dana sebesar Rp. 180.000,- yang tidak disetorkan Ke UPK.
  2. Bulan Maret 2011 ada angsuran dari anggota sebesar Rp. 1.380.000,- , akan tetapi Ibu Laskarmi hanya menyetorkan dana angsuran titipan Ibu Munjilah (Bendahara kelompok maratus salamah) sebesar Rp 1.350.000,- sehingga ada selisih dana sebesar Rp. 30.000,- yang tidak disetorkan ke UPK.
  3. Bulan April 2011 ada angsuran dari anggota sebesar Rp. 1.620.000,- , akan tetapi Ibu Laskarmi hanya menyetorkan dana angsuran titipan Ibu Munjilah (Bendahara kelompok maratus salamah) sebesar Rp. 1.600.000,- sehingga ada selisih dana sebesar Rp. 20.000,- yang tidak disetorkan ke UPK.
  4. Bulan Mei 2011 ada angsuran dari anggota sebesar Rp. 1.500.000,- , akan tetapi Ibu Laskarmi hanya menyetorkan dana angsuran titipan Ibu Munjilah (Bendahara kelompok maratus salamah) sebesar Rp. 1.050.000,- sehingga ada selisih dana sebesar Rp.450.000,- yang tidak disetorkan ke UPK.
  5. Bulan Juni 2011 ada angsuran dari anggota sebesar Rp.  1.500.000,- , akan tetapi Ibu Laskarmi hanya menyetorkan dana angsuran titipan Ibu Munjilah (Bendahara kelompok maratus salamah) sebesar Rp. 1.400.000,- sehingga ada selisih dana sebesar Rp. 100.000,- yang tidak disetorkan ke UPK.
6. Bulan Juli 2011 ada angsuran dari anggota sebesar Rp. 1.500.000,- , akan tetapi Ibu Laskarmi hanya menyetorkan dana angsuran titipan Ibu Munjilah (Bendahara kelompok maratus salamah) sebesar Rp 1.410.000,-  sehingga ada selisih dana sebesar Rp. 90.000,-
Sehingga total selisih setoran secara keseluruhan yang disalahgunakan oleh Ibu Laskarmi untuk kelompok Maratus Salamah P-25 sebesar Rp. 870.000,-
Selanjutnya berdasarkan pengakuan dari anggota Kelompok Maratus Salamah R-10 dan Anggota Kelompok Maratus Salamah P-25 menyatakan bahwa berdasarkan SPK yang ada di UPK dilakukan Klarifikasi pinjaman yang diterima dengan temuan bahwa telh dilakukan pemotongan pinjaman oleh Ibu Isnaini. Daftar Angota yang telah menyatakan bahwa ada pemotongan maupun yang tidak dilakukan pemotongan masing-masing membuat Surat Pernyataan bermaterai. Rinciannya adalah sebagai berikut :

  1. A.  KELOMPOK MARATUS SALAMAH R-10
    1. Mariati Dsn. Sempu RT 04/03 Ds. Sarimulyo pinjaman di SPK sebesar Rp. 2.500.000,- akan tetapi pinjaman tersebut diambil kembali oleh bu Isnaini sebesar Rp. 500.000,-
    2. Suamah Dsn. Sempu RT 01/03 Ds. Sarimulyo pinjaman di SPK sebesar Rp. 2.500.000,- akan tetapi pinjaman tersebut diambil kembali oleh bu Isnaini sebesar Rp. 1.500.000,
    3. Sutinah Dsn. Sempu RT 04/03 Ds. Sarimulyo pinjaman di SPK sebesar Rp. 2.500.000,- akan tetapi pinjaman tersebut diambil kembali oleh bu Isnaini sebesar Rp. 500.000,-
Total pemotongan dan sekaligus penyalahgunaan yang dilakukan Oleh Ibu Isnaini adalah sebesar Rp. 2.500.000,-

B.  KELOMPOK MARATUS SALAMAH P-25
  1. Salbiyah  Dsn. Sempu RT 02/03 Ds. Sarimulyo pinjaman di SPK sebesar Rp. 2.500.000,- akan tetapi pinjaman tersebut diambil kembali oleh bu Isnaini sebesar Rp. 1.500.000,-
    1. Dewi Maesaroh  Dsn. Sempu RT 02/03 Ds. Sarimulyo pinjaman di SPK sebesar Rp. 2.500.000,- akan tetapi pinjaman tersebut diambil kembali oleh bu Isnaini sebesar Rp. 1.500.000,-
    2. Lailin Nafiah  Dsn. Sempu RT 04/03 Ds. Sarimulyo pinjaman di SPK sebesar Rp. 2.500.000,- akan tetapi pinjaman tersebut diambil kembali oleh bu Isnaini sebesar Rp. 1.500.000,-
    3. Siti Farida  Dsn. Sempu RT 04/03 Ds. Sarimulyo pinjaman di SPK sebesar Rp. 1.000.000,- akan tetapi pinjaman tersebut diambil kembali oleh bu Isnaini sebesar Rp. 500.000,-
    4. Siti Munipah  Dsn. Sempu RT 04/03 Ds. Sarimulyo pinjaman di SPK sebesar Rp. 2.500.000,- akan tetapi pinjaman tersebut diambil kembali oleh bu Isnaini sebesar Rp. 1.500.000,-
Total pemotongan dan sekaligus penyalahgunaan yang dilakukan Oleh Ibu Isnaini adalah sebesar Rp. 6.500.000,-
Kesimpulan hasil Klarifikasi pada tanggal 17 Oktober 2012 tersebut bahwa penyelewengan dana SPP oleh Ibu Isnaini Sebesar Rp. 18.850.000,- dan penyalahgunaan yang dilakukan oleh Ibu Laskarmi sebesar Rp. 2.310.000,-. Dan tunggakan  murni di anggota sebesar Rp. 330.000,- .
Proses penyelesaian penyalahgunaan dana ini landing nya cukup menggembirakan setelah melalui proses yang sangat panjang. Pada tanggal 25 November 2011 Ibu Laskarmi mengembalikan dana yang telah disalahgunakan sebesar Rp. Rp. 2.310.000,-Selanjutnya   karena kenyataan yang dihadapi tim kecamatan yaitu ibu Isnaini telah melarikan diri dan tidak ada itikad baik untuk menyelesaikan maka Tim Kecamatan terus melakukan upaya pendekatan proses penyelesaian dengan pihak keluarga. Proses ini cukup alot sampai butuh waktu sekitar 7 bulan untuk memberikan penawaran apakah akan diselesaikan secara hukum ataukah diselesaikan secara kekeluargaan. Akhirnya pada tanggal 26 Mei 2012 pihak keluarga sepakat untuk membayarkan dana yang disalahgunakan dengan memberikan jaminan rumah untuk di jual seluas 10 X 18 M2 kepada BKAD (Badan Kerjasama antar Desa) dan dilakukan penandatanganan Surat Kuasa Jual pada tangal 11 Juni 2011 antara BKAD dengan Ibu Munjilah selaku Bendahara Kelompok sekaligus Ibu Angkat Isnaini  (Ketua Kelompok Maratus Salamah) yang disaksikan oleh Kepala Desa dan Pihak Keluarga. Sampai saat ini proses yang dilakukan pada tahap membuat pengumuman dan penawaran Rumah yang telah dijaminkan. Dan Target  Tim Kecamatan maksimal bulan Juli rumah jaminan bisa segera terjual dan masalah tuntas serta Dana Program bisa Kembali Ke Rekening UPK dan Bisa dimanfaatkan kembali oleh Masyarakat Miskin yang membutuhkan tambahan modal usaha.
Disarikan berdasarkan kenyataan yang dialami di Kecamatan Cluring
Oleh
Nuril Millati, SP. (Fasilitator Kecamatan  Cluring)


Program Pendukung
Program Penanggulangan Dampak Krisis
PNPM Mandiri Perdesaan sebagai salah satu program pemerintah yang diandalkan dalam percepatan penanggulangan kemiskinan, memiliki kekuatan infrastruktur yang memadai dalam mendukung penanganan dampak krisis. Pranata organisasi, perangkat sistem, dana dan tenaga kerja yang dibangun secara nyata dapat digunakan untuk membantu kelompok masyarakat miskin perdesaan yang terdampak krisis.
Peran Program
Peran PNPM Mandiri Perdesaan dalam penanganan dampak krisis antara lain adalah :
  • Perluasan kesempatan kerja padat karya bagi masyarakat terkena dampak krisis melalui kegiatan pembangunan pengembangan atau pemeliharaan sarana prasarana infrastruktur perdesaan, baik untuk pembangunan baru, operasional dan pemeliharaan, serta pengembangan infrastruktur terbangun ( saluran irigasi, perbaikan sekolah, puskesmas, pasar dan sebagainya )
  • Pada bidang kegiatan sosial pendidikan dan kesehatan dapat dilakukan upaya untuk memperbesar beasiswa ( untuk mencegah putus sekolah ), kelas/pelajaran dan guru tambahan siswa miskin ( tertinggal ), tambahan makanan bergizi di sekolah dan posyandu bagi anak dan ibu. Juga kegiatan pendidikan pelatihan dan peningkatan kapasitas ketrampilan tenaga kerja.
Untuk kegiatan ekonomi dan simpan pinjam kelompok, dapat dilakukan pemberian modal bagi pelaku usaha yang ada ( yang mungkin ”tidak miskin karena mereka pengusaha mikro, kecil atau menengah ) agar mereka dapat memulai kembali produksi atau memperbesar kapasitas produksi dan menyediakan pekerjaan bagi korban krisis. Pemberian modal bagi pelaku usaha baru dapat dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan kelayakan usulan usaha dan pengalaman kewirausahaan atau entrepreneurship yang bersangkutan. Pemberian pinjaman pada kelompok perempuan (atau istri) warga masyarakat yang terkena dampak krisis dapat dilaksanakan untuk memulihkan kemampuan ekonomi keluarga atau menghindarkan dari jerat rentenir atau menjual/menggadaikan alat produksi ekonomi keluarga untuk pemenuhaan kebutuhan dasar. Kelembagaan dan pelaku PNPM Mandiri seperti aparat pemerintah kecamatan desa serta para konsultan dan fasilitator dapat berperan dalam memverifikasi data, memantau kondisi faktual dan real time dampak krisis di berbagai lokasi PNPM. Masyarakat melalui Musyawarah Antar Desa (MAD) dan Musyawarah Antar Kecamatan (MAK) secara partisipatif dapat memutuskan kelayakan dan ketepatan kelompok sasaran atau target group. Untuk itu perlu disusun mekanisme berupa langkah-langkah kegiatan perencanaan yang diperlukan dalam Petunjuk Teknis Operasional (PTO).
Lokasi dan Jumlah Alokasi Dana BLM Kegiatan PNPM – Paska Krisis
Nama Desa
Alokasi BLM
Nilai
Swadaya
APBN
APBD
Jumlah
Tampo
128.626.500
0
128.626.500
0
Plampangrejo
92.052.700
0
92.052.700
0
Tamanagung
112.571.500
0
112.571.500
0
Jumlah
333.250.700
0
333.250.700
0
Hasil Kegiatan
hasilkegiatanpnpmmandiricluring

Dari kegiatan yang dilaksanakan, jumlah pemanfaat mencapai 4.154 orang dan untuk pelaksanaan kegiatan pembangunan infrastruktur, jumlah hari orang kerja (HOK) mencapai 3.127 HOK, dengan melibatkan tenaga kerja sebanyak 130 orang.
Program Pendukung Lainnya
Saat ini PNPM-MPd Kecamatan Cluring untuk kelembagaan BKAD telah memiliki legal formal (Akte Notaris) dan telah melakukan proses kerjasama dengan Kementrian Perumahan Rakyat, Disperindagtam dan Bank Mandiri Syariah. Disamping itu pada tahun 2012 ini Kecamatan Cluring mendapatkan penghargaan dari Bupati Banyuwangi sebagai Kelembagaan (BKAD, UPK, dan BP-UPK) terbaik dan dipilih sebagai pilot project kelembagaan PNPM-MPd di Kabupaten Banyuwangi yang telah terstruktur dan professional dalam proses kelembagaannya.
Penutup
Secara umum dari mulai pelaksanaan PNPM-PPK di Kecamatan Cluring dari tahun 2007 sampai dengan berjalannya PNPM-Mandiri Perdesaan tahun 2012 saat ini secara proses dari mulai tahapan perencanaan, pelaksanaan dan pelestarian adanya suatu kemajuan baik dari sisi pemberdayaan dan perubahan perilaku terhadap masyarakat, pelaku di tingkat desa maupun tingkat kecamatan sangat berhasil dan sesuai tujuan program yang mengacu pada prinsip dasar program, yaitu “Keberpihakan pada orang miskin/perempuan, transparansi, partisipasi langsung, kompetisi, desentralisasi, akuntabilitas dan keberlanjutan”.
Demikianlah sekilas Profil PNPM-MPD Kecamatan Cluring semoga bisa menjadi bagian transfer informasi dan bisa bermanfaat bagi yang membacanya.
SALAM KOMPAK……….