Siapkan Diri Jadi Tuan Rumah HUT Satpol PP ke 66, Kabupaten Sidoarjo Belajar ke Banyuwangi

kecamatancluring
By -
Siapkan Diri Jadi Tuan Rumah HUT Satpol PP ke 66, Kabupaten Sidoarjo Belajar ke Banyuwangi
BANYUWANGI- Pengalaman Banyuwangi menjadi tuan rumah HUT ke -65 Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), 10 Maret 2015 lalu membuat Kabupaten Sidoarjo berkeinginan menimba ilmu dari kabupaten paling ujung timur Pulau Jawa ini. Maklum, Maret 2016 mendatang Kabupaten Sidoarjo didhapuk oleh Provinsi Jawa Timur sebagai tuan rumah HUT ke-66 Satpol PP. Dengan dipimpin PJ Bupati Sidoarjo, Jonatan Judianto, rombongan diterima PJ Bupati Banyuwangi Zarkasi didampingi Sekkab Slamet Kariyono di Lounge Pelayanan Publik Pemkab Banyuwangi, Kamis (7/1).
Jonatan mengatakan, saat berlangsungnya HUT Satpol PP di Banyuwangi, pihaknya bersama kabupaten/kota yang lain menilai Banyuwangi berhasil meng-create event itu dengan baik. Bahkan hal-hal yang detail juga menjadi perhatian khusus bagi Banyuwangi. “Karena itu kami ingin mencari tahu, apa saja yang perlu kami persiapkan untuk menghadapi event yang akan kami laksanakan Maret nanti. Apalagi persiapannya sudah tinggal satu setengah bulan lagi,” kata Jonatan.
Menanggapi hal tersebut, Zarkasi mengatakan, acara yang menghadirkan banyak orang memang butuh persiapan matang. Sebab jika tidak dipikirkan dengan baik, keseluruhan acara bisa berantakan. “Kalau perlu ada Liaison Officer (LO/Penghubung) yang melekat di tiap-tiap hotel yang dihuni peserta dari kabupaten/kota yang lain,” katanya.
Sekkab Slamet Kariyono menambahkan, yang perlu dipikirkan adalah kenyamanan tamu. “Langkah pertama, kita harus menginventarisir jumlah hotel yang ada, serta memperhitungkan jarak antara tempat tamu bermalam dengan lokasi acara. Selain itu kita juga harus melihat spesifikasi dari hotel itu sendiri, seperti berapa jumlah kamar, harganya berapa, dan sebagainya,” tutur Slamet.
Setelah itu, lanjut Slamet, data tersebut dikirim ke Satpol PP Provinsi Jatim, lengkap dengan foto dan layout menuju ke lokasi hotel. Data tersebut akan diteruskan oleh provinsi kepada kabupaten/kota se-Jatim, yang nantinya mereka bebas memilih hotel sesuai budget masing-masing.  “Kalau ini sudah kita lakukan, peserta tidak perlu repot mencari-cari hotel lagi, mereka begitu sampai di Banyuwangi bisa langsung menuju hotel yang dipilihnya.
Tak hanya soal penginapan, kondisi di lapangan pun perlu dipersiapkan. “Dalam latihan-latihan upacara yang kami lakukan, kami selalu melibatkan Kodim, Angkatan Laut dan Polres. Barulah pada saat gladi resik, tim Satpol PP Provinsi Jatim akan turun langsung untuk mengambil alih,”jelas Slamet.  
Selain itu, Slamet mengingatkan, agar acara juga terkesan gebyar dan meriah, perlu dimasukkan atraksi yang mampu menarik perhatian audience. Misalnya tari-tarian atau atraksi yang berhubungan dengan kemampuan baris berbaris. “Dan jangan lupa, libatkan masyarakat agar mereka merasa diperhatikan dan  merasa dekat dengan kita. Tentu saja untuk menjaring keterlibatan masyarakat sebagai penonton diperlukan sosialisasi yang terus menerus sebelum kegiatan dilangsungkan,” pesan Slamet.
Mendengar paparan tersebut, Jonatan yang datang bersama Kasatpol PP Sidoarjo, Kabag Umum dan Kabag Protokol tersebut mengatakan ke depannya akan lebih intensif berkoordinasi dengan Banyuwangi demi kelancaran acara tersebut. “Terima kasih atas semua petunjuk yang diberikan. Nanti kami mohon dibantu untuk perkembangan lebih lanjut,” pungkas Jonatan, yang langsung mendapat persetujuan dari Zarkasi. (Humas & Protokol)