Peringati Hari Kesadaran Nasional, PJ Bupati Serahkan Sejumlah Bantuan

kecamatancluring
By -
Peringati Hari Kesadaran Nasional, PJ Bupati Serahkan Sejumlah Bantuan     BANYUWANGI – Ada yang menarik dari upacara peringatan Hari Kesadaran Nasional bulan kali ini. Pasalnya, upacara tersebut diwarnai penyerahan bantuan peralatan keselamatan dan kesehatan kerja; dan santunan jaminan kecelakaan kerja dari BPJS Ketenagakerjaan. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh PJ. Bupati Banyuwangi, Zarkasi, di halaman kantor Pemkab Banyuwangi, Rabu (20/1).
Penyerahan bantuan tersebut sekaligus menandai peringatan Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional (K3) yang dirangkai dalam upacara pagi itu.  Hari K3 sendiri jatuh pada 12 Januari.
Adapun bantuan peralatan keselamatan dan kesehatan kerja diserahkan kepada PT. Adhi Karya, proyek perpanjangan Dermaga Multi Purpose pelabuhan Tanjungwangi, Banyuwangi. Bantuan tersebut berupa sarung tangan, helm proyek dan sepatu safety masing-masing sebanyak 20 set. Sedangkan santunan jaminan kecelakaan kerja dari BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp. 101,4 juta diserahkan kepada Sulasiyah, ahli waris korban pengerjaan gedung Politeknik Blok B Program Jasa Konstruksi PT. Brantas Adipraya.
PJ. Bupati Banyuwangi, Zarkasi, yang menjadi pembina upacara pada kesempatan itu membacakan sambutan Menteri Ketenagakerjaan, M. Hanif Dhakiri. Zarkasi mengatakan saat ini kecelakaan kerja masih sering terjadi di beberapa sektor usaha. Salah satu penyebanya adalah pelaksanaan dan pengawasan K3 yang masih belum optimal. Bahkan, dari data BPJS di tahun 2015 diketahui jumlah kecelakaan kerja sebanyak 105.182 kasus dengan korban meninggal dunia 2.375 orang.
“Peningkatan upaya K3 sangat diperlukan untuk mencegah kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Untuk itu, Menteri Ketenagakerjaan sangat mengharapkan dukungan semua pihak untuk mengoptimalkan pelaksanaan K3 sesuai fungsi dan kewenangan masing-masing. Mulai dari unsur pemerintah, pemerintah daerah, lembaga hingga masyarakat harus sadar melakukan upaya konkrit pelaksanaan K3 di lingkungannya,” kata Zarkasi.
Tak hanya itu, lanjut Zarkasi, tantangan besar lain di sektor ketenagakerjaan yang harus dihadapi adalah kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) untuk meghadapi MEA. Yakni era pasar bebas dimana akan terjadi peningkatan mobilisasi tenaga kerja asing yang kompeten masuk ke Indonesia. Sedangkan, saat ini masih ada sekitar 122,4 juta orang angkatan kerja Indonesia yang masih berpendidikan dan berkompetensi rendah. Padahal kesiapan SDM angkatan kerja sangat diperlukan untuk memenangi persaingan hadapi MEA.
“Oleh karenanya, Kementerian ketenagakerjaan akan bersinergi bersama semua pihak untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja dan mempercepat sertifikasi dan pengendalian tenaga kerja asing,” pungkas Zarkasi.
Dalam kesempatan itu, Zarkasi juga mengajak jajaran pemerintah Pemkab Banyuwangi untuk tetap bersatu membangun Banyuwangi yang lebih baik. "Berkat kesolidan seluruh jajaran, beragam prestasi dan penghargaan telah mampu kita raih dalam lima tahun terakhir. Untuk mempertahankannya, kita harus semakin memperbaiki kinerja kita, jangan sampai lengah dengan semua capaian ini," pungkas Zarkasi.  (Humas Protokol).