Tiba di Banyuwangi, Warga Eks Gafatar Ditempatkan Di Rumah Aman

kecamatancluring
By -

Tiba di Banyuwangi, Warga Eks Gafatar Ditempatkan Di Rumah Aman
Turut menyambut kedatangan eks anggota Gafatar ini, antara lain Ketua Majelis Ulama Indonesia Banyuwangi Moh Yamin, Kabag Ops Polres Banyuwangi Kompol Sujarwo, dan sejumlah perwakilan dari Kantor Kementerian Agama Banyuwangi.
Eks anggota Gafatar ini, lanjut Alam, akan ditampung di LBK selama tiga sampai tujuh hari. Di tempat itu, imbuh Alam, mereka akan diberi pembinaan yang berkaitan dengan wawasan kebangsaan dan keagamaan. Tujuannya, kata dia, agar sebagai warga negara mereka bisa kembali patuh pada pemerintah dan ideologi bangsa.
“Pihak Polres, Kodim, dan Bakesbangpol akan memberikan pembinaan wawasan kebangsaan kepada mereka. Sedangkan untuk pembinaan keagamaan, nanti MUI dan Kemenag lah yang akan membina agar mereka kembali kepada ajaran agama yang benar ” ujar Alam.
Selain itu,  kata Alam, mereka juga akan diajak dialog tentang apa yang mereka butuhkan untuk kehidupan selanjutnya.
“Dengan komunikasi, kami akan tau apa yang mereka butuhkan setelah kembali kepada keluarganya nanti. Sehingga jika pemerintah mengeluarkan bantuan, itu benar-benar tepat sasaran dan berdaya guna,” lanjutnya.
Sementara Ketua MUI Banyuwangi, M. Yamin mengatakan pemulihan kejiwaan eks Gafatar ini sangat diperlukan agar mereka bisa hidup nyaman di masyarakat. “Kita akan treat dulu agar kejiawaannnya tenang. Selain itu, kita di sini juga akan berusaha menghilangkan pengaruh-pengaruh kurang baik yang mereka terima selama ini. Prinsipnya, MUI akan kembalikan mereka kepada pemahaman agama yang benar,” kata M. Yamin.
Rumah Aman LBK merupakan bangunan milik Dinsosnakertrans Banyuwangi yang digunakan sebagai kantor Tagana dan Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3). Bangunan ini memiliki 4 ruang utama. Para eks eks anggota Gafatar ini akan menempati ruang besar dengan ukuran 6,5 x 11 meter, yang dilengkapi 2 kamar mandi.
Di ruangan yang cukup luas itu, sudah disiapkan 17 kasur spons yang ditata rapi berderet memanjang di atas karpet. Kasur-kasur itu tampak nyaman dengan balutan seprai bersih berwarna-warni. (Humas Protokol)