Dua Ahli Waris Jukir Terima Jaminan Kematian dari BPJS Ketenagakerjaan

kecamatancluring
By -

 Dua Ahli Waris Jukir Terima  Jaminan Kematian dari BPJS KetenagakerjaanBANYUWANGI –Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko menyerahkan Jaminan Kematian dari  BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris dua  juru parkir (jukir) yang meninggal dunia, Senin pagi (22/2). Kedua jukir tersebut adalah Almarhum Nanang Edi Subagio dari Kecamatan Genteng dan Budi Sutrisno dari Rogojampi. Ahli waris kedua almarhum mendapatkan masing-masing Rp 23 juta rupiah.
Saat menerima dana tersebut,  ahli waris Budi Sutrisno mengungkapkan rasa harunya. “Saya bersyukur nasib saya bersama keluarga masih mendapatkan perhatian. Ini akan saya gunakan sebagai modal usaha untuk menyambung hidup sepeninggal suami saya yang meninggal karena sakit liver,” kata Ny. Budi Sutrisno yang sehari-hari hanya menjadi ibu rumah tangga biasa.
Penyerahan Jaminan Kematian dari BPJS Ketenagakerjaan itu dilakukan seusai upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) yang dilangsungkan di halaman Pemkab Banyuwangi.
Dalam upacara HKN kali ini,  selaku inspektur upacara, di depan ratusan PNS Wabup menyampaikan sejumlah program yang akan dilakukannya selama lima tahun ke depan.
“Selama lima tahun ke depan kami telah menyiapkan sejumlah program baru yang tetap bermuara pada terwujudnya Banyuwangi yang semakin lebih baik. Diantaranya program Beasiswa Banyuwangi Cerdas.
“Karena melalui program ini para pelajar kurang mampu namun berprestasi tetap bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi,” ujar Wabup Yusuf sembari menekankan bahwa pengembangan SDM memang menjadi salah satu prioritas mereka untuk mewujudkan generasi emas Banyuwangi.
 Selain pemberian beasiswa, program kursus bahasa asing berbasis desa/kelurahan akan terus dilanjutkan. Sebab masyarakat yang sudah berada di tengah-tengah Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dituntut punya kualifikasi tinggi agar bisa unggul dalam kompetisi.
Selain itu juga bidang kesehatan, dibidang ini, kata Wabup Yusuf, tahun ini akan dilaksanakan peningkatan sarana prasarana di 13 puskesmas dan 10 Puskesmas Pembantu (Pustu). Sarana pemeriksaan dan pengobatan di 2 RSUD dan 45 puskesmas juga akan terus dibenahi. Juga akan dilakukan pengembangan Puskesmas Plus di 4 kecamatan, yakni Puskesmas Wongsorejo, Benculuk, Purwoharjo dan Pesanggaran. Puskesmas Plus adalah puskesmas yang dilengkapi dengan layanan spesialistik, dalam hal ini obstetri gynekology (obgyn/kandungan) dan dokter anak. Keempat puskesmas itu dipilih karena tempatnya yang terpencil dan aksesnya yang jauh dari rumah sakit.
“Tentunya yang tak ketinggalan sektor pariwisata, dan yang lainnya. Perjalanan kita ke depan tentunya bukan hal yang mudah. Saya berharap kita terus solid dalam bekerjasama. Karena tanpa masyarakat Banyuwangi dan seluruh PNS, Bupati Anas dan saya bukanlah apa-apa. Terkait padatnya agenda yang akan kita gelar ke depan dan menyita waktu untuk keluarga, njenengan bisa menyiasati dengan berganti tugas dengan rekan-rekan sejawat. Sehingga dengan begitu, keluarga kita tetap akan merasa diperhatikan,” pungkas Wabup Yusuf.