Pemuda Tewas Disambar Kereta

kecamatancluring
By -
Sirine tanpa Palang Pintu Mati, Korban Terseret 100 Meter
KABAT – Lintasan kereta api tanpa palang pintu di Desa Kedayunan, Kecamatan Kabat makan korban jiwa kemarin. Kali ini korbannya menimpa M. Rosyid Rido, warga RT03/RW01 Dusun Krajan, Desa Kedayunan. Pemuda berusia 23  tahun itu meninggal cukup tragis setelah disambar kereta api Mutiara Timur malam pukul 05.30, kemarin.
Diperoleh keterangan, musibah yang dialami Rosyid terjadi pukul 05.30. Tidak diketahui apa keperluan korban  berada di rel kereta api pagi itu. Sebab, saat tubuh korban disambar kereta api, tidak ada seorang pun ada di lokasi kejadian.
Di-dekat-lintasan-kereta-api-tanpa-palang-kereta-di-Desa-Kedayunan,-Kecamatan-Kabat-inilah-Rosyid-Rido-ditabrak-kereta-api,-pagi-kemarin.

”Saat kejadian tidak ada satu pun saksi yang melihat,” kata Kapolsek Kabat, AKP Hari Subagio, kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi, kemarin. Musibah yang menimpa Rosyid Rido baru diketahui warga setelah kejadian.
Sejumlah warga yang mengetahui langsung mengevakuasi jasad korban yang sudah tidak bernyawa lagi itu dengan kondisi tubuh hancur karena benturan yang begitu keras.  Mengetahui kejadian itu, warga langusng menghubungi pihak Polsek Kabat.
Tidak lama kemudian petugas tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kapolsek Hari Subagio menambahkan, pihaknya langsung mendatangkan  petugas medis untuk memeriksa kondisi korban. Korban dipastikan tewas di lokasi kejadian  setelah tersambar kereta dengan tujuan akhir stasiun Banyuwangi  Baru, Desa Ketapang, Kalipuro tersebut.
“Setelah kita lakukan pemeriksaan medis, korban langsung kami serahkan pada pihak keluarga dan langsung dimakamkan,” jelasnya.  Seorang warga yang tidak mau disebut identitasnya menyebutkan posisi korban awalnya berada di  selatan palang pintu perlintasan  kereta api.
Begitu ditabrak kereta,  tubuh korban terseret sejauh 100 meter ke arah utara. Tubuh korban awalnya ditemukan tercebur di  areal persawahan yang ada di timur rel kereta api. ”Kakinya hancur,  nggak ada yang tahu anak itu di  sana lagi ngapain. Rumahnya ada di belakang Masjid Kedayunan  itu,” ujarnya.
Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin, percikan darah juga masih tampak terlihat di lokasi kejadian. Meski palang pintu kereta  api itu sudah dilengkapi dengan  sensor sirine, namun sirine di palang perlintasan KA tersebut tidak berfungsi dengan baik. ”Sirine rusak sudah lama, seharusnya berbunyi kalau ada kereta melintas,” timpal warga lainnya. (radar)