Wabup Yusuf Kunjungi Pelayanan Publik, Pelayanan Masih Berjalan Baik

kecamatancluring
By -


Wabup Yusuf Kunjungi Pelayanan Publik, Pelayanan Masih Berjalan Baik

BANYUWANGI – Memastikan pelayanan publik tetap berjalan baik di Banyuwangi,  Wakil Bupati Banyuwangi, Yusuf Widiyatmoko mengunjungi sejumlah instansi pelayanan publik, Senin pagi (22/2). Layanan yang pertama kali dikunjungi Wabup Yusuf adalah RSUD Blambangan.
Di pusat pelayanan kesehatan terbesar di Banyuwangi itu, Wabup yang didampingi Direktur RSUD Blambangan, dr. Taufiq  langsung menuju lokasi yang menjadi jujugan awal pasien, yakni loket pelayanan. Di loket tersebut, Wabup sempat melihat antrian pasien yang panjang. 
Setelah ke loket, Wabup langsung menuju apotek dan pelayanan cuci darah. Saat di tempat cuci darah, Wabup Yusuf meminta RSUD Blambangan mengembangkan Bank Darah. Yusuf yang juga ketua PMI Banyuwangi tersebut menilai keberadaan Bank Darah sebagai sesuatu yang penting bagi RSUD Blambangan. “Dengan Bank Darah ini, nantinya, rumah sakit tidak tergantung lagi dengan PMI. Sehingga bisa memberikan pelayanan lebih baik,” harap Wabup Yusuf. Wabup juga menyempatkan melihat progress pembangunan gedung pelayanan VVIP RSUD Blambangan.
Untuk memastikan pelayanan RSUD, Wabup menanyakan langsung bagaimana pasien dilayani RSUD. Saat ditanya mereka mengaku telah mendapat pelayanan yang baik. “Masyarakat sebagian besar telah merasa terlayani dengan baik,” ujar Yusuf.
Sementara itu, dr. Taufiq menjelaskan RSUD Blambangan terus meningkatkan kualitas dan menambah sejumlah pelayanan. Seperti pusat penangan penyakit stroke yang akan beroperasi pada tahun ini. Dan tahun depan, RSUD Blambangan juga akan membuka pelayanan penyakit jantung. “Awal tahun depan, dokter kita yang sedang melakukan pendidikan di Singapura sudah selesai. Sehingga pelayanan penyakit jantung bisa ditangani disini (RSUD Blambangan),” ungkap dr. Taufiq.
Usaii mengunjungi RSUD Blambangan, Wabup Yusuf melanjutkannya ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil). Setiba di sana, Wabup langsung menuju ruang pelayanan umum yang tengah dipenuhi pengunjung tersebut. Kebanyakan pengunjung tersebut sedang mengurus Kartu Keluarga dan KTP elektronik (e-KTP).
Kepala Dispendukcapil pun menjelaskan bahwa antrian yang panjang ini disebabkan banyaknya pengajuan dan keterbatasan alat serta tenaga operator. Sudjani mengaku, Dispenduk hanya bisa mengoperasionalkan empat alat pencetak KTP. Namun, lanjut dia, Dispendukcapil terus mengoptimalkan proses pencetakan e-KTP.
“Kemampuan sumber daya kami hanya mampu mencetak 400 sampai 450 e-KTP. Setiap kecamatan perharinya mengajukan 50 bahkan bisa lebih,” ungkap Sudjani kepada Wabup. “Butuh waktu tiga , maksimal tujuh hari untuk menunggu antrian proses cetak. Namun, jika hal-hal darurat bisa diselesaikan dalam sehari,” imbuhnya.
Di akhir kunjungannya, Wabup pun mengungkapkan secara garis besar pelayanan publik di Banyuwangi masih cukup baik. "Memang masih ada beberapa kekurangan. Namun pemkab berjanji secara bertahap ke depannya akan kita perbaiki,” pungkasnya. (hu
mas protokol