Banyuwangi Gelar Festival Tari Kreasi Daerah

kecamatancluring
By -


Banyuwangi Gelar Festival Tari Kreasi Daerah
BANYUWANGI - Pemerintah Banyuwangi terus mendorong seniman tari untuk berkreasi dan berkarya menciptakan tari baru. Sebagai wujudnya, 14 tari kreasi baru ciptaan seniman Banyuwangi ditampilkan dalam Festival Karya Tari Daerah, yang digelar di Gesibu Blambangan Banyuwangi, Jum'at malam (27/3).
Keempat belas tarian yang difestivalkan kali ini di antaranya, tari Omprok Semi, Ketiban Pulung, Geget Melati Putih, Srengsren, Seblang Bakung, Klitik Emas, Kembang Gedokan, Ronggo Setoto dan Tari Menjeng.
Festival ini berlangsung cukup meriah, disaksikan ratusan masyarakat yang memenuhi tribun gesibu. Hadir pula Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas bersama crosser asing yang sedang menjajal kemampuannya di Gunung Ijen.
"Festival ini sengaja digelar untuk menstimulan para seniman tari agar mereka terus berkreasi menciptakan tarian baru yang lebih mengedukasi dan moderen. Artinya, tarian ini tidak sekedar mengkreasi tarian khas Banyuwangi, tetapi juga bisa menggambarkan asal usul tari ini. Seperti tari omprok semi yang menceriterakan asalnya gandrung Banyuwangi,"kata Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, M Y Bramuda.
Selain dihargai kata Bramuda, hasil dari gelaran ini akan dijadikan aset daerah dan akan didaftarkan mendapatkan hak sebagai kekayaan hak intelektual. Bersama Disperindagtam, kami aksn fasilitadi hingga mendapat hak patent.
Selain itu, pemenang akan bisa mewakili Banyuwangi untuk mengikuti lomba tari kreasi daerah tingkat provinsi.
Gelaran yang dimulai pukul 19.00 WIB berakhir pukul 23.00 WIB dengan mendapatkan tiga tarian yang berhasil menyabet empat kritetia penilaian  penyaji,busana, musik terbaik dan penyaji unggulan. Ketiga tari tersebut, Tari Omprok Semi, Ketiban Pulung dan Tari Geget Melati Putih. (Humas)