Pemkab Banyuwangi Siap Fasilitasi Hak Cipta dan Merek Secara Gratis

kecamatancluring
By -


Pemkab Banyuwangi Siap Fasilitasi Hak Cipta dan Merek Secara Gratis
Banyuwangi - Untuk melindungi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) daerah, Pemkab Banyuwangi siap memfasilitasi pengurusan Hak Cipta dan Merek bagi warganya. Pada tahun 2016 ini, sudah ada 70 hasil karya masyarakat Banyuwangi yang siap didaftarkan.
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan  fasilitasi pengurusan HKI di Banyuwangi tanpa dipungut biaya. Ini diberikan sebagai bentuk peran dan tanggung jawab pemerintah daerah dalam melindungi kekayaan intelektual masyarakat baik dalam lingkup hak cipta maupun hak atas kekayaan perindustrian.
Perlindungan terhadap hak cipta melingkupi bidang ilmu pengetahuan, seni dan sastra. Sedangkan hak perlindungan atas kekayaan perindustrian terdiri atas hak merek, paten, dan desain produk industri.
“Fasilitasi ini juga bertujuan  untuk memberi kesadaran bagi masyarakat dan aparat penegak hukum akan pentingnya perlindungan terhadap hak cipta. Agar tidak ada praktek maupun persaingan yang tidak jujur dalam mempromosikan HKI,” kata Azwar Anas.
Anas menerangkan, masyarakat yang ingin karya dan produknya mendapatkan HKI, bisa langsung ke Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pertambangan Kabupaten Banyuwangi.
“Silakan bagi siapa saja yang memerlukan pengurusan sertifikat hak cipta dan hak merek perdagangan dapat berkonsultasi dan mengajukan kepada Disperindagtam. Mereka yang nanti akan menguruskan ke Direktorat Jendral HKI Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia. Penjaringan pendaftar Hak Cipta dan Merek dilakukan mulai April hingga Desember 2016,” cetus Anas.
Ditambahkan Kepala DIsperindagtam Banyuwangi Hary Cahyo Purnomo, kegiatan fasilitasi pengurusan sertifikat HKI merupakan salah satu program rutin Disperindagtam sejak tahun 2013. Jumlahnya pun terus meningkat dari tahun ke tahun. Sampai dengan tahun 2015 ini, sertifikat HKI yang telah diterbitkan sebanyak 90 lembar.
“Hak Cipta yang berhasil mendapatkan sertifikat antara lain desain batik Banyuwangi Sekar Blambangan dan lagu daerah berjudul Umbul-Umbul Blambangan, tari jejer Gandrung. Sedangkan Hak merek sebagian besar terdiri atas aneka produk makanan dan minuman,” kata Hary.
Selain pengurusan sertifkat HKI, Pemkab Banyuwangi juga memfasilitasi pengurusan sertifikat halal dari MUI dan uji lab secara gratis bagi warga. Dari tahun 2012 hingga 2015, Pemkab telah membantu pengurusan sertifikat halal sebanyak 34 dan sertifikat uji lab sebanyak 87.
Berkat konsistensi Pemkab Banyuwangi dalam memberikan fasilitasi pengurusan perolehan sertifikat HKI bidang hak merek dan hak cipta melalui APBD, Banyuwangi pernah ditetapkan sebagai Kawasan Berbudaya Kekayaan Intelektual oleh Kemenkumham. “Tepatnya tahun 2015 lalu Banyuwangi mendapatkan penghargaan tersebut dari Menkumham Yasonna Laoly di Jakarta,” ujar Hary. (Humas)